Hubungan Berat Badan Lahir dengan Rupture Perineum Persalinan Normal Primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Handapherang Kabupaten Ciamis
Neli Sunarni

Abstrak
Rupture perineum merupakan robekan yang terjadi sewaktu persalinan dan disebabkanoleh beberapa faktor antara lain posisi persalinan, cara meneran, selain itu bayi baru lahiryang terlalu besar atau berat badan lahir lebih dari 4000 gram. Prevalensi ibu bersalin yangmengalami rupture perineum di Indonesia pada golongan umur 25 – 30 tahun yaitu 24%, sedang pada ibu bersalin usia 32–39 tahun sebesar 62 %. Rupture perineum menjadipenyebab perdarahan ibu postpartum. Perdarahan postpartum menjadi penyebab utama40% kematian ibu di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beratbadan lahir dengan rupture perineum persalinan normal pada primigravida di wilayahkerja Puskesmas Handapherang. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitiananalitik korelasional, sampel penelitian dengan mengunakan total sampling.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa berat badan lahir pada primigravida di wilayah kerja puskesmasHandapherang periode 2012-2013 yang tertinggi yaitu berat badan normal sebanyak 402orang (81,7%). Kejadian rupture perineum tertinggi sebanyak 457 orang (92,9%). Hasil ujistatistik diperoleh P Value = 0,001 maka terdapat hubungan berat badan lahir dengan ruptureperineum persalinan normal pada primigravida di wilayah kerja Puskesmas Handapherangperiode 2012-2013. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan berat badanlahir dengan rupture perineum persalinan normal pada primigravida di wilayah kerjaPuskesmas Handapherang periode 2012-2013.
Diunduh : 563
 



© 2015 copyright | Design & Programming by ICT STIKES Aisyiyah