FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KOMITMEN PENCEGAHAN TERSIER PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA METRO TAHUN 2014
Janu Purwono

Abstrak
Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian. Faktor resiko pada penyakithipertensi yaitu faktor yang tidak dapat diubah atau dikontrol dan faktor yang dapat diubah ataudikendalikan. Faktor yang dapat diubah atau dikendalikan adalah obesitas, mengkonsumsigaram, olah raga, mengkonsumsi alkohol dan merokok. Pencegahan tersier ditujukan untukmeminimalkan komplikasi, menghindari kecacatan dan meningkatkan kualitas hidup agar dapatmenjalani kehidupan secara normal dan dapat diterima oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan komitmen pencegahan tersierpenyakit hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas Kota Metro. Jenis penelitian inibersifat kuantitatif dengan pendekatan Studi Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakansebanyak 70 responden. Data diperoleh dengan tehnik wawancara menggunakan kuesioner.Analis data menggunakan Uji Chi square, dengan tingkat kepercayaan 95% dan multipel regresilogistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan variabel persepsi manfaat (p-value =0,000), persepsi hambatan (p-value = 0,001), persepsi kemampuan diri (p-value = 0.017), sikap(p-value = 0,000), pengaruh interpersonal (p-value = 0,003), pengaruh situasional (p-value =0,001) dengan komitmen pencegahan tersier penyakit hipertensi. Faktor yang paling dominanberhubungan dengan komitmen pencegahan tersier penyakit hipertensi adalah sikap (OR =12,521) . Saran bagi petugas kesehatan perlu ditingkatkan program promosi kesehatan padamasyarakat dalam pencegahan tersier penyakit hipertensi di masyarakat melalui media masamaupun elektronik. Penyuluhan dan kunjungan rumah pada pasien hipertensi perlu dilakukandalam rangka memantapkan program pencegahan tersier penyakit hipertensi.
Diunduh : 402
 



© 2015 copyright | Design & Programming by ICT STIKES Aisyiyah