HUBUNGAN KARAKTERISTIK LANSIA DENGAN KEMANDIRIAN AKTIFITAS SEHARI-HARI DI BANJAR DEN-YEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS III DENPASAR UTARA
Ns. I Wayan Suardana, Yopi Ariesta, Taruma Wijaya

Abstrak
Proses menjadi tua mengakibatkan lansia mengalami perubahan 􀀘isik dan mental, yangmempengaruhi kondisi ekonomi dan sosialnya. Perubahan tersebut cenderung membuat merekakurang mandiri. Salah satu yang paling mendasar adalah karakteristik lansia. Berdasarkan haltersebut dilakukan penelitian tentang karakteristik lansia dengan tingkat kemandirian lansiadalam melakukan akti􀀘itas sehari-hari lansia di Banjar Den Yeh di Wilayah Kerja Puskesmas IIIDenpasar Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan crosssectional dengan teknik sampel jenuh dengan menggunakan metode wawancara dan pengukuranterhadap 60 orang lansia. Analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabelkarakteristik dengan kemandirian dilakukan dengan uji korelasi rank spearman dan chi square.Hasil dari penelitian menunjukkan responden dalam penelitian ini memiliki tingkatkemandirian yang tergolong mandiri sebanyak 41 orang (68%) dan yang tergolongketergantungan ringan sebanyak 19 orang (32%). Dilihat dari karakteristiknya terdapathubungan antara usia dengan kemandirian (p=0,000, r=-0,517), jenis kelamin tidak berhubungandengan kemandirian (p=0,077, X2=0,781). Pendidikan memiliki hubungan terhadap kemandirianlansia (p=0,001, r=-0,425). Status ekonomi tidak berhubungan dengan kemandirian lansia(p=0,723, r=-0,047). Status perkawinan berhubungan dengan kemandirian lansia (p=0,013,X2=8,652). Status kesehatan tidak berhubungan dengan kemandirian lansia (p= 0,08, r= 0,228).Diharapkan kepada lansia agar mempertahankan kemandirian dengan sering melakukanakti􀀘itas, selalu memeriksakan kesehatan dan mengikuti senam lansia.
Diunduh : 360
 



© 2015 copyright | Design & Programming by ICT STIKES Aisyiyah